Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat,_ *14 Juni 2019*
2Kor 4:7-15
Mzm 116:10-11,15-18
Mat 5:27-32
*PERTOBATAN KOSONG*
_Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. -- 2Kor 4:10_
Salib Yesus menjadi pembuka pintu bagi kita semua untuk masuk kembali ke dalam persekutuan dengan Allah dalam pertobatan.
Sampai saat ini, saya masih terus bergumul dalam keegoisan. Setiap kali jatuh, saya menyadari bahwa itu sikap yang salah. Dan saya selalu datang kepada Tuhan dengan penyesalan dan memohon rahmat kemampuan untuk tidak terus jatuh dalam dosa yang sama.
Pertobatan pasti ada prosesnya dan membutuhkan. Akan tetapi ketika kita berulang kali jatuh dalam godaan yang sama, mungkin kita perlu melakukan refleksi. Apakah kita sungguh serius ingin bertobat? Ataukah kita bersikap santai menikmati proses dan menjadikan waktu sebagai alasan untuk berlama-lama hidup dalam kedagingan yang pada akhirnya menjadi pertobatan kosong. Semakin lama menunda pertobatan, maka kita akan masuk semakin dalam kebiasaan dosa, hingga akhirnya akan menjadi dosa yang sulit dilepaskan.
Saya sangat percaya bahwa Roh Kudus setiap saat selalu membisikkan kebenaran yang harus kita lakukan. Ketika kita merespon "ya" kepada Roh Kudus, berarti kita harus mengerjakannya. Tetapi jika kita memilih "tidak", berarti menolak tuntunan-Nya dan pasti akan jatuh ke dalam dosa.
Mari kita berefleksi, apa yang kita lakukan setiap kita mendengar bisikan Roh Kudus dalam hati kita? Apakah kita mengikuti atau mengabaikan-Nya? (In)
_Bapa di surga, terima kasih untuk Roh Kudus-Mu yang selalu menyertai dan menolong._
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar