MEMAKNAI RAHMAT TUHAN!
Selasa, 16 Juli 2019
Matius 11:20-24
Sekali peristiwa Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, meskipun di sana Ia melakukan paling banyak mujizat.
Jangan pernah menutup hati kita setelah melihat dan mengalami kebaikan dan kasih orang lain. Kebaikan dan kasih sesama adalah pelajaran berharga bagi hidup kita. Kebaikan dan kasih sesama adalah jalan bagi kita untuk membangun relasi dengan orang lain. Saat kita menutup mata dan hati kita setelah melihat dan mengalami kasih dan kebaikan sesama, saat itu pula kita menghancurkan sebuah relasi. Selain itu, kita juga tidak tahu bersyukur atas rahmat Tuhan lewat kasih dan kebaikan sesama.
Pada bacaan injil hari ini, Tuhan Yesus mengecam kota-kota yang tidak mau bertobat. Padahal kota-kota ini menyaksikan mujizat Tuhan. Mujizat kasih Tuhan mestinya menjadi tanda bagi mereka untuk berbalik dan mendekati diri kepada Tuhan. Sebaliknya mereka hanya mengalami mujizat kasih dan kebaikan Tuhan tanpa mengambil hikmah di balik mujizat-mujizat itu. Mereka hanya tahu menikmati kebaikan Tuhan tanpa belajar dan mengambil maknanya untuk kebaikan diri mereka. Banyak pengalaman kasih di dalam hidup kita. Kiranya kita menyadari setiap pengalaman kasih itu sebagai kesempatan untuk kita mendekati diri kita kepada Tuhan.
Saudara/I, kita membalas kasih dan kebaikan Tuhan lewat selalu mendekati diri kita kepada-Nya. Kita membalas rahmat Tuhan lewat membagi rahmat itu kepada sesama yang ada di sekitar kita. (*saotilayad – 101)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar