Santa Maria dari Gunung Karmel
Kel. 2:1-15a; Mzm. 69:3,14,30-31,33-34; Mat. 11:20-24.
Kalau kita menanam pohon buah, lalu dengan tekun memupuk, menyirami, dan menyiangi, tentu kita berharap agar pada saatnya pohon-pohon tersebut menghasilkan buah. Demikian pula, ketika kita mendidik anak-anak dan menanamkan segala hal yang baik kepada mereka, kita pun mengharapkan agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi baik. Hal yang sama juga diharapkan oleh Yesus. Ia membuat banyak mukjizat, bukan untuk pamer atau unjuk kebolehan, bukan pula untuk mendapatkan pujian tetapi agar orang-orang yang melihat dan mengalami mukjizat-Nya menjadi percaya, bertobat, dan berubah menjadi baik.
Yesus mengharapkan agar mukjizat-mukjizat yang dibuat-Nya membuahkan iman dalam diri orang-orang yang mengalami dan menyaksikannya. Sebab, dengan iman itulah orang akan diselamatkan (Luk 17:19). Oleh karena itu, ketika Ia sudah membuat banyak mukjizat di Khorazim, Betzaida, dan Kapernaum namun orang-orang di kota tersebut tidak bertobat, Ia mulai mengeluarkan kecaman. Ia mengecam kota-kota tersebut, bukan pertama-tama karena tersinggung, tetapi lebih-lebih karena kuatir dengan keselamatan mereka. Hal ini bisa dibandingkan dengan ancaman para orangtua kepada anak-anak mereka yang tidak mau mendengarkan dan menuruti nasihat baik mereka.
Jika saat ini Yesus datang ke kota kita, ke paroki atau lingkungan kita, ke komunitas kita, ke keluarga kita, apa yang akan Ia katakan kepada kita? Apakah Ia akan bersukacita karena kehadiran, pengajaran dan mukjizat-mujizat-Nya kita tanggapi dengan iman dan pertobatan, seperti yang dilakukan oleh orang-orang di Tirus dan di Sidon? Atau Ia justru akan menyampaikan kecaman, seperti yang Ia katakan kepada orang-orang di Khorazim dan Betzaida, karena kehadiran, pengajaran dan mukjizat-mukjizat-Nya tidak membuahkan iman dan pertobatan dalam hidup kita?
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
- Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar