*SIRAMAN ROHANI* Minggu, 07 Juli 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Strategi Misionaris Dalam Menjalankan Misi Kristus!* Matius 9: 14 - 17
Saudara-saudari.... Pada tahun 1995, Paus Yohanes Paulus kedua mengunjungi Papua New Guinea. Begitu turun dari pesawat dan menginjakan kakinya di tanah Papua New Guinea dia membungkuk dan menciumi tanah Papua New Guinea. Melihat perbuatan Bapa Suci, seorang pemuda yang duduk di samping saya bertanya kepada saya: “Pater, mengapa Paus menciumi tanah?” Jawabku: Menciumi bumi Papua New Guinea berarti dia sangat mencintai negara, penduduk dan segala isinya. Selama berada di negara ini dia berusaha untuk menyapa siapa saja dan menerima apa saja. Selain itu dia berusaha untuk merasakan dan mendengar dengan penuh kasih segala suka dan duka dari penduduk Papua New Guinea dan membawanya dalam doanya.
Saudara-saudari... Apa yang dibuat oleh seorang Paus, seperti mencium bumi dari satu negara, sesungguhnya itu adalah salah satu dari strategi misionaris yang sudah diperintahkan oleh Yesus Kristus agar selalu dilakukan oleh para misionaris.
Hari ini Yesus kembali ingatkan kita akan pentingnya strategi misionaris itu kalau kita keluar mewartakan kabar gembira.
Sebelum mengutus tujuh puluh murid-Nya, Yesus berkata: 1. Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepadaa Tuan yang empunya tuaian supaya Ia mengirim pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Yang mau ditekankan Yesus di sini adalah pentingnya doa dalam menjalankan misi Kristus. Jangan mengandalkan kemampuan diri, tetap bekerjalah bersama Tuhan. 2) Yesus dengan tegas mengingatkan para murid-Nya: Sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah serigala. Itu berarti para murid Yesus harus selalu bijaksana dalam menempatkan diri; harus selalu sadar bahwa kebudayaan setempat pasti berbeda dengan kebudayaan sendiri; makanan dan adat setempat pasti selalu saja berbeda, kerena itu misionaris harus berusaha untuk menempatkan diri sesuai dengan adat istiadat mereka. Tidak perlu membanding-bandingkan dengan budaya sendiri. 3) Yesus juga katakan: jangan membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut. Artinya pasrahkan diri seutuhnya kepada Tuhan dan mereka yang akan menerima kita. Membawa pundi-pundi dan bekal berarti kita tidak mau bergantung pada Tuhan dan sesama. Kita mau bergantung pada diri sendiri. Jangan membawa kasut berarti biarkan kaki kita merasakan suka-duka dari wilayah setempat; janganlah memisahkan diri kita dengan mereka yang mau kita layani, sebaliknya menjadi satulah dengan mereka. Ciumilah aroma bumi setempat seperti yang dilakukan oleh Bapa Suci setiap kali ia mengunjungi satu negara. 4) Berilah salam damai. Kalau diterima tinggallah di sana tetapi kalau tidak maka tinggalkan tempat dan orangnya. Itu berarti terimalah apa yang disuguhkan dengan sukacita. Dan jangan memaksa diri kalau tidak diterima. 5) Yesus juga ingatkan para murid bahwa kesuksesan mereka sesungguhnya karena berkat kuasa Allah. Karena itu jangan sombongkan diri.
Itulah satu strategi misionaris yang harus dihayati dan diamalkan oleh para misionaris.
Pertanyaan kita: apakah kita siap dan mengikuti strategi misionaris yang diperintahkan oleh Yesus?
Bersama Bunda Maria kita berdoa: Tuhan bantulah kami dengan kekuatan Roh Kudus-Mu agar mampu menerima panggilan, perutusan, dan segala tantangan dan kesulitan yang menyertai perjalanan hidup kami. Amen!
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar