*SIRAMAN ROHANI* Minggu, 14 Juli 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Jadilah Orang Samaria Yang Baik Hati Untuk Sesama!* Lukas 10: 25 - 37
Saudara-saudari... Hari Selasa 9 Juli 2019 yang lalu, sewaktu saya mau naik mobil, seorang pemuda berjalan pincang mendekati saya. Saya mendekati dia. Sebelum saya menyapanya, dia langsung berkeluh. “Pater, tolong saya. Saya digigit anjing!” sambil menunjukkan bekas luka yang masih baru dan sedikit berdarah. “Aduh... kasihan! Maaf, saya tidak ada obat.” Kata-ku. Kemudian dia meminta uang agar bisa berobat di Rumah Sakit. Saya memberinya sedikit bantuan. Kemudian dia pergi. Sesudah dia pergi, saya merasa bahagia karena saya bisa menolongnya walaupun cuman sedikit.
Tanggal 12 Juli 2019, sewaktu saya keluar dari satu toko, di depan pintu toko, saya melihat ada seorang cacat duduk meminta-minta. Tetapi saya berjalan lewat ke arah berlawanan. Kemudian saya mendengar suaranya dan meminta-minta. Sewaktu masuk mobil, perasaanku sangat terganggu dan merasa sangat bersalah. Saya berpikir untuk turun lagi dan pergi melihat dia, tetapi ada suara dari dalam diri saya yang berkata: “Lain kali saja, orang miskin selalu ada bersama-mu.”
Saudara-saudari... Dari dua pengalaman ini saya boleh katakan: betapa bahagianya jiwa kita kalau kita bisa memberi sesuatu dengan tulus kepada orang yang sangat membutuhkan; sebaliknya betapa sedihnya jiwa kita kalau kita dengan tahu dan mau tidak melayani kebutuhan sesama yang sangat membutuhkan.
Saudara-saudari... Hari ini Yesus menanggapi pertanyaan ahli Taurat - siapakah sesamaku manusia - dengan menceriterakan orang yang jatuh ke tangan penyamun yang ditolong oleh orang Samaria, yang tidak pernah dikenalnya. Ceritera ini menunjukkan kepada kita apa arti belaskasih dan komitmen. Orang Samaria melihat orang itu, tergerak hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menghantarnya ke tempat perawatan, dan membayar segala biaya perawatan. Sungguh suatu tindakan kasih, yang dibarengi dengan satu komitmen yang sungguh luar biasa. Itulah sesama manusia yang punya tanggungjawab moral kepada sesama yang menderita. Yesus mengharapkan agar semua murid-murid-Nya berhenti di samping penderitaan orang lain, apa pun bentuknya. Kalau kita sanggup menjalankannya, itu berarti kita sudah menjadi orang Samaria yang baik hati bagi sesama.
Yesus sendiri sesungguhnya orang Samaria yang baik hati itu. Meskipun Dia adalah Tuhan, Dia tidak ragu-ragu untuk merendahkan diri-Nya sampai menjadi sama dengan kita, kecuali dalam hal dosa, dan memberikan hidup-Nya untuk kita. Sebagai Guru kita, hari ini Dia kembali mengingatkan kita, para murid-murid-Nya, untuk menjadi orang Samaria yang baik hati kepada sesama, yang membutuhkan bantuan.
Bagaimana tanggapan kita akan ajakan Kristus hari ini? Apakah kita selalu siap untuk berhenti di samping penderitaan orang lain dan melayaninya dengan penuh belaskasihan dan dengan satu komitment yang tulus?
Bersama Bunda Maria kita berdoa: Tuhan gerakkanlah hati kami agar selalu sensitip menanggapi kebutuhan sesama, bukan hanya berdiri dan melihat dari jauh, tetapi berdiri di samping mereka dan dengan penuh belas kasihan melayani mereka dengan satu komitment yang tulus. Dalam nama Kristus kami berdoa. Amen!
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar