Kencan Dengan Tuhan
Kamis, 8 Agustus 2019
Bacaan: Amsal 12:15 "Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak."
Renungan:
Bagaimana sikap kita ketika dikritik oleh orang lain? Marah ataukah kita berterima kasih telah dikritik dan berusaha memperbaiki diri? Memang tidak enak mendapatkan kritikan dari orang lain, apalagi ketika seseorang sudah berada di puncak sukses. Jika ada yang mengkritik, biasanya ia beranggapan bahwa kritikan tersebut sebagai bentuk tidak menghormati dan usaha untuk menjatuhkannya. Lebih parah lagi ia menganggap para pengkritik sebagai saingannya. Bisa saja orang mengkritik karena benci atau tidak suka dengan kita, bisa juga mereka mengkritik supaya kita semakin lebih baik.
Apapun bentuk kritik itu, entah bersifat pedas atau tidak, berasal dari kawan atau lawan, jika kita menyikapinya dengan dengan pikiran yang positif, maka hal itu akan memberikan manfaat besar bagi kita sehingga kita menjadi lebih baik lagi. Corri Ten Boom berkata, "Orang-orang yang melontarkan kritik bagi kita pada hakikatnya adalah pengawal jiwa kita, yang bekerja tanpa bayaran." Maka sayang sekali kalau kita membencinya, sebab hal itu akan membuat kita menutup terhadap perubahan ke arah yang lebih baik.
Jika kita mendapat pujian dari orang lain, anggaplah itu sebagai hal biasa, jangan lalu membanggakan diri. Namun, jika kita mendapat kritikan dari orang lain lain, anggaplah itu sebagai harta terpendam. Oleh karena itu berbesar hatilah dalam menerima kritikan dan mintalah Tuhan memberikan kekuatan untuk menerima kritikan yang pedas, serta mohon kemampuan untuk bisa memperbaiki diri. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, mampukan aku untuk menerima kritikan dan memperbaiki diriku agar hidupku dapat menjadi berkat bagi sesamaku dan kemuliaan namaMu. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar