Selasa, 20 Agustus 2019

Rabu, 21 Agustus 2019, St, Pius X

*ALLAH ADALAH ALLAH. IA BUKAN MANUSIA*

*BACAAN*
*Mat 20:1-16* - : “Iri hatikah engkau, karena Aku murah hati?”

*RENUNGAN*
1.Satu pengalaman yag paling buruk adalah kehilangan kesempatan terakhir untuk sesuatu yang sangat kita inginkan, misalnya pekerjaan. Dalam kehidupan rohani, selalu ada kesempatan untuk hidup hanya bagi Allah, yaitu kesempatan untuk diselamatkan. Kesempatan yang selalu bisa diawali kembali. Mengapa? Karena Allah selalu memberi kesempatan kepada kita untuk berjalan bersama-Nya. Bahkan jika kita jatuh karena dosa-dosa kita, Allah selalu memberi kesempatan untuk bangkit. Itulah mengapa Sakramen Tobat selalu perlu. Dari Sakramen tersebut kita menerima kembali rahmat yang telah hilang karena dosa.

2.Dipandang dari kacamata manusia, Injil hari ini merupakan ketidak-adilan serius. Siapa saja yang bekerja lebih harus menerima lebih, daripada yang hanya bekerja sebentar. Dunia ini memperlakukan seseorang berdasarkan besar kecilnya jasa, lama singkatnya masa bakti, besar kecilnya pengorbanan. Di hadapan Allah, kelak, semua manusia mendapat upah yang sama, yaitu satu dinar sehari. Apakah selama hidup ini, kita mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah?  Karena Allah begitu murah hati, Ia tidak pernah akan mengecewakan kita, dan kita hanya melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah. “Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan” (Luk 17:10). Upah pasti kita terima tanpa perlu kita memikirkannya, tanpa harus iri.

3.Allah mengenal dan mengetahui setiap orang secara pribadi dan mendalam. Ia tahu bahwa kebutuhan seseorang jauh lebih besar daripada yang lain. Berpikir bahwa Allah hanya mengasihi sekelompok orang daripada yang lain adalah ketidakadilan terhadap Allah. Kita mengasihi dan menghormati orang lain karena kita adalah pribadi manusia dengan martabat yang sama. Kita menyembah dan mengasihi Allah, karena Ia adalah pencipta kita. Tetapi Allah tidak pernah hutang apa pun terhadap ciptaan. Segala sesuatu yang Ia berikan kepada kita sungguh tanpa alasan dan merupakan wujud cinta-Nya yang tanpa batas. Terlalu mudah memperlakukan Allah menurut ukuran manusia, lupa bahwa Ia adalah Allah. Pemberian yang paling indah adalah rahmat-Nya yang berupa Yesus Kristus yang telah menyelamatkan kita.
🇮🇩MS🇮🇩

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar