Senin, 19 Agustus 2019

Selasa, 20 Agustus 2019, St. Bernardus

*MELEPASKAN DIRI DARI KELEKATAN TAK TERATUR*

*BACAAN*
*Hakim 6:11-24* – “Gideon, engkau akan menyelamatkan Israel. Ketahuilah Akulah yang mengutus engkau”
*Mat 19:23-30* – “Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga”

*RENUNGAN*
1.Kita tahu dari Injil bahwa Kristus menghabiskan waktu pelayanan-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah. Allah ingin menjadi Raja atas hati kita. Hal ini tidak mungkin jika kita memiliki kelekatan tak teratur terhadap harta kekayaan, jabatan, atau barang-barang duniawi. Kristus berkata bahwa kelekatan terhadap barang-barang duniawi berarti tidak ada ruang bagi Allah. Seorang pendaki gunung tidak pernah akan membawa perlengkapan yang berat-berat. Dalam kehidupan kita menuju Surga, kita memerlukan untuk bebas dari segala sesuatu yang membebani.

2.Reaksi para murid mengingatkan kita, begitu mudahnya kita lekat terhadap diri sendiri, harta benda, kesenangan, dan keinginan. Sepertinya kita terlalu berat untuk melepaskan diri dari keterikatan tersebut. Dan seseorang tidak mungkin melepaskan diri dari kelekatan-kelekatan tersebut tanpa bantuan Allah. Kristus berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah  segala sesuatu mungkin.” Perahu karam bukan karena tidak bisa melaju, tetapi karena kelebihan muatan. Kita bisa sampai kepada Allah, hanya jika kita berani mengosongkan diri kita dan mempersilahkan Rahmat dan Kasih-Nya mengisi hati kita dan menjadikan Kristus di atas segalanya.

3.Biasanya kita meninggalkan sesuatu untuk memperoleh sesuatu yang lain yang lebih baik. Petrus belum memahami arti mengikuti Yesus, sampai ia bertanya: “Kami telah meninggalkan segala  sesuatu dan mengikuti Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Hadiah penyangkalan diri kita adalah kita berada bersama Kristus, dan menikmati kemuliaan-Nya. Sebagai pengikut Kristus, kemuliaan sudah harus kita nikmati selama kita masih berada di dunia ini.
🇮🇩www.berkat.id🇮🇩

Salam Damai KristusSelasa, 20 Agustus 2019, St. Bernardus

*MELEPASKAN DIRI DARI KELEKATAN TAK TERATUR*

*BACAAN*
*Hakim 6:11-24* – “Gideon, engkau akan menyelamatkan Israel. Ketahuilah Akulah yang mengutus engkau”
*Mat 19:23-30* – “Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga”

*RENUNGAN*
1.Kita tahu dari Injil bahwa Kristus menghabiskan waktu pelayanan-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah. Allah ingin menjadi Raja atas hati kita. Hal ini tidak mungkin jika kita memiliki kelekatan tak teratur terhadap harta kekayaan, jabatan, atau barang-barang duniawi. Kristus berkata bahwa kelekatan terhadap barang-barang duniawi berarti tidak ada ruang bagi Allah. Seorang pendaki gunung tidak pernah akan membawa perlengkapan yang berat-berat. Dalam kehidupan kita menuju Surga, kita memerlukan untuk bebas dari segala sesuatu yang membebani.

2.Reaksi para murid mengingatkan kita, begitu mudahnya kita lekat terhadap diri sendiri, harta benda, kesenangan, dan keinginan. Sepertinya kita terlalu berat untuk melepaskan diri dari keterikatan tersebut. Dan seseorang tidak mungkin melepaskan diri dari kelekatan-kelekatan tersebut tanpa bantuan Allah. Kristus berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah  segala sesuatu mungkin.” Perahu karam bukan karena tidak bisa melaju, tetapi karena kelebihan muatan. Kita bisa sampai kepada Allah, hanya jika kita berani mengosongkan diri kita dan mempersilahkan Rahmat dan Kasih-Nya mengisi hati kita dan menjadikan Kristus di atas segalanya.

3.Biasanya kita meninggalkan sesuatu untuk memperoleh sesuatu yang lain yang lebih baik. Petrus belum memahami arti mengikuti Yesus, sampai ia bertanya: “Kami telah meninggalkan segala  sesuatu dan mengikuti Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Hadiah penyangkalan diri kita adalah kita berada bersama Kristus, dan menikmati kemuliaan-Nya. Sebagai pengikut Kristus, kemuliaan sudah harus kita nikmati selama kita masih berada di dunia ini.
🇮🇩www.berkat.id🇮🇩

Salam Damai KristusSelasa, 20 Agustus 2019, St. Bernardus

*MELEPASKAN DIRI DARI KELEKATAN TAK TERATUR*

*BACAAN*
*Hakim 6:11-24* – “Gideon, engkau akan menyelamatkan Israel. Ketahuilah Akulah yang mengutus engkau”
*Mat 19:23-30* – “Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga”

*RENUNGAN*
1.Kita tahu dari Injil bahwa Kristus menghabiskan waktu pelayanan-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah. Allah ingin menjadi Raja atas hati kita. Hal ini tidak mungkin jika kita memiliki kelekatan tak teratur terhadap harta kekayaan, jabatan, atau barang-barang duniawi. Kristus berkata bahwa kelekatan terhadap barang-barang duniawi berarti tidak ada ruang bagi Allah. Seorang pendaki gunung tidak pernah akan membawa perlengkapan yang berat-berat. Dalam kehidupan kita menuju Surga, kita memerlukan untuk bebas dari segala sesuatu yang membebani.

2.Reaksi para murid mengingatkan kita, begitu mudahnya kita lekat terhadap diri sendiri, harta benda, kesenangan, dan keinginan. Sepertinya kita terlalu berat untuk melepaskan diri dari keterikatan tersebut. Dan seseorang tidak mungkin melepaskan diri dari kelekatan-kelekatan tersebut tanpa bantuan Allah. Kristus berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah  segala sesuatu mungkin.” Perahu karam bukan karena tidak bisa melaju, tetapi karena kelebihan muatan. Kita bisa sampai kepada Allah, hanya jika kita berani mengosongkan diri kita dan mempersilahkan Rahmat dan Kasih-Nya mengisi hati kita dan menjadikan Kristus di atas segalanya.

3.Biasanya kita meninggalkan sesuatu untuk memperoleh sesuatu yang lain yang lebih baik. Petrus belum memahami arti mengikuti Yesus, sampai ia bertanya: “Kami telah meninggalkan segala  sesuatu dan mengikuti Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Hadiah penyangkalan diri kita adalah kita berada bersama Kristus, dan menikmati kemuliaan-Nya. Sebagai pengikut Kristus, kemuliaan sudah harus kita nikmati selama kita masih berada di dunia ini.
🇮🇩www.berkat.id🇮🇩

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar