Kamis, 12 September 2019

Jumat, 13 September 2019
Pw. St. Yohanes Krisostomus
1Tim. 1:1-2,12-14; Mzm. 16:1,2a,5,7-8,11; Luk. 6:39-42

Pesan Injil hari ini kiranya sudah sangat jelas tanpa adanya penjelasan tambahan. Namun, ketika membacanya, saya menemukan ada satu ayat yang sepertinya tidak nyambung dengan ayat-ayat yang lain. Ayat 39, 41, dan 42 dengan mudah kita mengerti secara bersama-sama karena kaitan satu sama lain sangatlah jelas. Namun, ayat 40 kok rasanya berbeda. Justru karena itulah saya tertarik untuk merenungkan secara khusus ayat yang berbicara tentang guru dan murid ini. "Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya." Yesus adalah Guru dan kita semua murid-murid-Nya. Sebagai guru, Ia berbeda dengan para guru di sekolah pada umumnya zaman sekarang. Ia tidak hanya berjumpa dengan murid-murid-Nya pada jam-jam tertentu untuk memberikan pelajaran, tetapi mengundang murid-murid-Nya untuk tinggal bersama-Nya. Materi pengajaran-Nya bukanlah hasil dari Dia belajar dari orang lain atau dari membaca buku, tetapi diri-Nya sendiri, kesaksian hidup-Nya. Melalui cara hidup-Nya, Ia mengajarkan banyak hal. Maka tepatlah Ia disebut sebagai guru, digugu dan ditiru. Dia yang mesti dipatuhi dan diteladani. Dia adalah model atau contoh untuk ditiru (Yoh 13,13-15). Murid-murid-Nya tidak hanya belajar dan meniru, tetapi juga berjalan bersama dengan Sang Guru. Bahkan, tidak hanya meniru dan mengikuti, tetapi juga menjadi sehati, sepikir dan setindakan dengan-Nya, sampai akhirnya berkata: "Bukan lagi aku sendiri yang hidup, tetapi Kristuslah yang hidup dalam diriku", seperti St. Paulus (Gal 2,20). Semoga kita semakin tekun dan setia berproses sebagai murid Yesus sampai tamat dan diperkenankan menjadi sama dengan-Nya, salah satunya semakin mampu untuk mengasihi sebagaimana Dia mengasihi kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar