Kamis, 12 September 2019

#renungan

*HIDUP BARU*

Jumat 13 Sep 2019

_`[...] aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, [...]` (1Tim 1:13a)_

Santo Paulus tidak berlebihan ketika ia mengatakan bahwa dahulu ia seorang `penghujat, penganiaya dan seorang ganas`. Di dalam Kisah Para Rasul (8:1.3; 9:1; 22:4; 26:9.11) dikatakan bahwa ia mengancam dan memaksa orang menyangkal iman mereka akan Kristus Yesus, menangkap, menyerahkan ke dalam penjara, bahkan menganiaya sampai mati murid-murid Tuhan, termasuk Stefanus. Ia berbuat demikian dengan keyakinan bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Sebagai seorang yang terpelajar ia mengetahui banyak hal tentang Mesias dan memiliki kesempatan untuk percaya, namun ia mengeraskan hatinya sampai saat ketika Tuhan datang kepadanya. Dari pengalamannya ia menulis, `Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa` (Rm 5:8).

Pengalaman masa lalu mungkin saja membuat kita malu karena perbuatan itu menyakitkan, keras dan merugikan orang lain, atau kita menyangka orang lain sulit mengampuni kita karena kelakuan dan perkataan itu. Tidak demikian dengan Allah. Kasih karunia, rahmat dan belaskasih Allah menghapus kesalahan kita, mengubah dan memampukan kita untuk melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Mari belajar dari Santo Paulus: ia menyerahkan diri kepada Tuhan Yesus tanpa memegang erat masa lalunya, ia membiarkan diri dipimpin oleh Roh Kudus, hidup di dalam Dia dan untuk Dia.

*_Sr. M. Eusebia Verceli, P.Karm_*

Jumat 13 Sep 2019
Pw S Yohanes Krisostomus, UskPujGrj
1Tim 1:1-2.12-14; Mzm 16:1-2.5.7-8.11; Luk 6:39-42

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar