Jumat, 13 September 2019

Kencan Dengan Tuhan
Sabtu, 14 September 2019

Bacaan: Mazmur 37:24 "Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya."

Renungan:
  Dua ekor burung bernama Cicit dan Cuit memutuskan untuk membuat sarang pada cabang-cabang pohon cemara. Di situlah mereka tinggal selama berbulan-bulan. Mereka tidur, bermain dan bertelur di sarang itu. Suatu hari seorang petani menebang pohon cemara tersebut. Beberapa butir telur menggelinding, jatuh dan pecah. Cicit sangat bersedih dan ia terus menangis sepanjang hari. Melihat kesedihan temannya, Cuit berusaha menghibur: "Tenang saja kawan, tak perlu sedih. Kita masih bisa mencari tempat lain dan kita akan membangun sarang yang baru di sana." Namun Cicit terus meratapi nasibnya dan tidak mau beranjak dari ranting kering di mana ia bertengger. Pada akhirnya Cicit mati karena meratapi kesedihannya. Sedangkan Cuit yang memutuskan untuk pergi mencari pohon lain, kini sudah menemukan tempat tinggal yang baru. Ia membangun sarangnya di sebuah pohon beringin yang sangat rindang dan kokoh, kemudian bertelur dan memunyai anak di pohon tersebut.
  Kehidupan tidak pernah menjanjikan sesuatu yang abadi. Banyak hal yang dapat berubah dan tidak seperti yang kita harapkan. Janganlah terperangkap dalam kesedihan dan penyesalan  karena kenangan indah atau kejayaan yang pernah kita raih di masa lalu, karena dalam kehidupan ini, masalah dan kegagalan pasti pernah dan akan menghampiri hidup kita.
  Jadi, apapun yang menjadi beban masa lalu atau pun saat ini, letakkanlah semuanya di tangan Tuhan. Mulailah mengambil langkah yang baru untuk maju menuju kesuksesan. Jangan pernah menyerah karena tangan Tuhan siap untuk menopang kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, kuserahkan masalahku dan keterbatasanku saat ini yaitu ..... ke dalam tanganMu. Bersegeralah menolong aku. Aku percaya tanganMu yang penuh kuasa mampu membantu ku untuk menyelesaikan setiap permasalahanku. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar