*JANGAN MENGAMBIL ALIH TUGAS TUHAN!*
Sabtu 14 Sep 2019
_`Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia` (Yoh 3:17)_
Dalam bukunya yang berjudul `Who am I to Judge?`, Paus Fransiskus menulis, `Jika kita bisa berkembang dalam kerendahan hati yang sesungguhnya, kita bisa mengubah dunia`. `Jika Tuhan Yang Mahakuasa saja bersedia untuk `merendah` dan menerima saya yang lemah dan berdosa menjadi seorang pemimpin, siapakah saya hingga berani tinggi hati, sombong, dan jemawa?` tulisnya pula. Paus mengingatkan bahwa walaupun dunia demikian berdosanya, Yesus tidak datang ke dunia untuk menghakimi, tetapi untuk menyelamatkan. Yesus tidak pernah menolak pendosa yang datang kepada-Nya.
Semua orang pernah berbuat salah. Kita tidak perlu mendiskusikan kesalahan orang lain, apalagi sampai menghakimi orang lain. Penghakiman adalah hak Tuhan dan kita tidak boleh mengambil alih tugas Tuhan dalam hal ini. Hanya Tuhanlah hakim yang adil. Menurut Paus, orang terbiasa menghakimi karena ia merasa diri paling benar, tidak merasa membutuhkan rangkulan dan pengampunan sesama. Padahal, adakah orang paling benar sehingga ia sedikit pun tidak memiliki salah? Kecenderungan kita adalah cepat menilai, tetapi lambat untuk memahami orang.
Misteri Salib Suci Kristus mengajak kita untuk merenungkan kembali apa makna dan semangat pengurbanan Kristus: Ia datang tidak untuk menghakimi, tetapi untuk menyelamatkan. Kita semua perlu belajar mengampuni dan memahami karena tidak ada manusia yang sempurna.
*_Sr. Rufina, P.Karm_*
Sabtu 14 Sep 2019
Pesta Salib Suci
Bil 21:4-9 atau Flp 2:6-11. Mzm 78:1-2.34-38;Yoh 3:13-17
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar