Kencan Dengan Tuhan
Senin, 2 September 2019
Bacaan: Efesus 6:8 "Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan."
Renungan:
Suatu hari Lincoln sedang duduk di ruang tunggu pengadilan untuk menemui seorang pengacara senior. Namun ketika sang pengacara senior melihat Lincoln, tiba-tiba ia berteriak, "Apa yang dilakukan dia di sini? Singkirkan dia! Aku tidak akan berurusan dengan seekor monyet kaku!" Mendengar hal itu, Abraham Lincoln sang pengacara muda itu berlaku seperti orang yang tidak mendengarkan. Walau malu ia tetap memerlihatkan wajah yang tenang. Ia pun langsung masuk ke ruang persidangan di mana sang pengacara senior ini akan menjalankan tugasnya.
Singkat cerita, pengacara senior tersebut bisa membela kliennya dengan sangat brilian. Cara ia menangani kasus sungguh membuat Lincoln terpukau. "Nalarnya sangat bagus. Argumennya tepat dan sangat lengkap. Begitu tertata serta benar-benar dipersiapkan. Aku akan pulang dan lebih giat belajar hukum lagi," ucap Lincoln dalam hati. Waktu berlalu. Lincoln akhirnya terpilih menjadi presiden Amerika Serikat pada Maret 1861. Di antara kritikus-kritikus utamanya, terdapat Edwin M. Stanton, pengacara senior yang pernah menghina dan melukai hatinya dengan menyebutnya seekor monyet kaku. Akan tetapi Lincoln tidak membalas dendam, melainkan ia justru mengangkat Stanton sebagai sekretaris perang. Lincoln tidak pernah lupa bahwa Stanton adalah pengacara berotak cerdas yang sangat dibutuhkan negaranya. Ketika Lincoln meninggal, Stanton berkata, "Dia merupakan mutiara milik peradaban."
Hanya seseorang yang berkarakter dan mau memaafkan seperti Lincoln yang dapat bangkit dan berhasil di atas penghinaan. Oleh karena itu, marilah kita menjaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak. Pilihlah untuk tetap berbuat baik dan belajarlah memaafkan. Jadikan sampah sebagai pupuk untuk maju baik di lingkungan keluarga, kerja atau tempat tinggal. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, berikanlah aku hati yang rela mengampuni siapapun yang pernah menyakiti hatiku dengan kata-kata penghinaan yang merendahkan diriku. Kini kutahu, Engkau memakai orang tersebut untuk membuat aku agar dapat selangkah lebih maju ke depan darinya. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar