Selasa, 10 September 2019

Rabu, 11 September 2019

*LANGKAH MENUJU SUKACITA SURGAWI*

*BACAAN*
*Kol 3:1-11* – “Kamu telah dibangkitkan bersama Kristus. Maka carilah perkara yang di atas”
*Luk 6:20-26* – “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah”

*RENUNGAN*
1.Dalam perikope Injil hari ini, Yesus melayangkan pandangan mata-Nya kepada wajah-wajah para pengikut-Nya. Kepada mereka, Yesus menyampaikan berkat atau kata-kata bahagia yang merupakan kebalikan total atas kebahagiaan menurut ukuran duniawi. Yesus mengkaitkan kebahagiaan sejati dengan perjuangan, penderitaan, dan pertentangan. Itulah nilai-nilai hidup Yesus. Kebahagiaan sejati tidak dikaitkan dengan kemakmuran karena harta benda, popularitas, kekuasaan, dan kenikmatan seperti dikehendaki dunia.

2.Yesus selalu mendorong kita untuk berjuang bagi nilai-nilai Kerajaan Allah: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6:33). Yang menghalangi untuk memperoleh Kerajaan Allah adalah sifat egois, kelekatan terhadap barang-barang duniawi, dan kesombongan kita. Tuhan menghendaki agar kita membuang halangan-halangan tersebut dan kita akan memperoleh gantinya. “Sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah … akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal” (Luk 18:29-30).

3.Yesus tidak mengatakan bahwa apa yang baik di dunia ini adalah jahat – tidak sama sekali. Apa yang baik adalah pemberian Allah dan kita diharapkan mampu menikmatinya. Tetapi Ia mengatakan bahwa barang-barang yang baik di dunia ini tidak dapat memuaskan keinginan kita akan kebahagiaan sejati. Jika kita percaya, bahkan memuja dan mengutamakan yang serba duniawi ini, hidup kita akan layu dan menjadi beku, tidak berakar dan tidak berbuah. Apakah kita tidak boleh kaya raya, memiliki apa saja? Boleh, tetapi semua itu hanyalah sarana untuk mencapai kebahagiaan sejati.
🇮🇩berkat.id🇮🇩

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar