Selasa, 10 September 2019

#renungan

*ORANG MISKIN YANG BERBAHAGIA*

Rabu 11 Sep 2019

_`Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: `Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah` (Luk 6:20)_

Yesus berkata, `Berbahagialah yang miskin di hadapan Allah`. Mengapa? Sesungguhnya, harta dunia bukanlah kunci dan ukuran kebahagiaan manusia. Seseorang disebut `bahagia` karena mereka memiliki kerajaan Allah, artinya Allah yang menjadi harta mereka, sumber dari segalanya. Kondisi orang yang miskin umumnya membuat mereka berpaling dan meminta tolong kepada Allah. Dengan demikian, mereka memiliki keterbukaan terhadap Allah dan dan Kerajaan-Nya.

Ada satu keluarga sederhana, dengan lima orang anak, yang setiap malam berkumpul bersama dan berdoa rosario. Setiap pagi mereka pergi Misa. Mereka bekerja keras sepanjang hari dan penghasilan mereka pas-pasan. Keluarga itu memancarkan sukacita dan damai. Dengan tangan terbuka dan ramah mereka menerima tamu yang datang sehingga orang-orang suka datang ke rumah mereka. Keluarga ini diberkati dengan seorang imam yang dipanggil dari antara kelima anak tsb. Mereka tidak mengejar harta, tetapi mengejar `hidup`, yaitu Allah.

Refleksi: `Apakah saya kaya sehingga tanpa sadar saya merasa tidak membutuhkan Tuhan dengan mengabaikan Dia, tidak berdoa, dll.? Apakah saya mengalami damai, sukacita, berpengharapan? Ataukah, saya galau, khawatir, dan takut? Apakah saya miskin secara ekonomi dan saya bekerja keras serta berharap pada Allah? Atau saya miskin, tetapi saya berharap pada dukun, paranormal dll?` Mari bertobat!

*_Sr. M. Vianney, P.Karm_*

Rabu 11 Sep 2019
Kol 3:1-11; Mzm 145:2-3.10-13; Luk 6:20-26

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar