SABDA KASIH: Kita Adalah Orang Baik!
Minggu, 15 September 2019 (Hari Minggu Biasa XXIV)
Lukas 15:1-10
“Aku berkata kepadamu: Demikianlah juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”
Sewaktu saya memasuki paroki baru, beberapa orang umat mengingatkan saya tentang salah satu pelayan paroki. Kebetulan pelayan paroki ini masuk hampir bersamaan dengan saya. Sebelumnya pelayan paroki ini bekerja di pastoran. Karena sebuah kesalahan yang cukup sensitif, pastor paroki pada waktu itu memecatnya. Dia pun tidak melayani Gereja dalam jangka waktu lebih dari sepuluh tahun. Lalu, pelayan paroki ini kembali diambil karena keterbatasan personil. Meski demikian, beberapa umat masih melihat kesalahan masa lampau dari pelayan ini. Bagi saya, saya hanya mau merekrutnya karena dia mempunyai semangat kerja yang baik. Saya menilai masa lalunya sebagai pelajaran sembari berkeyakinan kalau setiap orang bisa berubah.
Pada bacaan injil hari ini, kita merenungkan sikap Yesus kepada orang berdosa. Yesus ingin agar orang berdosa bisa bertobat. Keinginan Tuhan Yesus ini bermula dari pandangan bahwa setiap orang bisa berubah. Sementara kaum Farisi dan ahli-ahli taurat menganggap kalau orang berdosa tidak bisa berubah dan tidak boleh bergaul dengan mereka. Dosa mereka akan terus menempel dan mereka akan terus melakukannya. Kita mesti mengikuti pandangan Tuhan Yesus. Kita mesti memanggil orang berdosa untuk bertobat. Dan bagi kita, kita mesti menyadari diri bahwa berkat rahmat Tuhan, kita bisa berubah dari keberdosaan kita menjadi orang baik.
Saudara/I, marilah kita berusaha menjadi orang baik. Kita bertobat. Sebagai orang baik, kita juga diajak untuk memanggil orang berdosa ke jalan pertobatan. (*saotilayad)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar