Senin, 16 September 2019

Selasa, 17 September 2019
Pekan Biasa XXIV
1Tim. 3:1-13; Mzm. 101:1-2ab,2cd-3ab,5,6; Luk. 7:11-17

Dengan singkat dan padat, Lukas menceritakan peristiwa Yesus membangkitkan anak tunggal seorang janda di Nain. Marilah kita hidupkan kembali kisah tersebut dalam permenungan kita. Kita bayangkan bahwa kita hadir dalam peristiwa tersebut. Terjadilah perjumpaan 2 rombongan. Yang pertama adalah rombongan pembawa orang mati, anak tunggal seorang janda. Bersama para pelayat yang menyertai dan mengibur si janda, mereka keluar kota menuju ke makam. Yang kedua adalah rombongan Yesus, Sang Sumber Hidup, Sang Putra Tunggal Allah. Ia bersama para murid dan banyak orang lain yang menyertai-Nya berjalan masuk kota. Terserah kita masing-masing mau menempatkan diri pada rombongan mana. Kedua rombongan ini, rombongan pembawa orang mati dan rombongan Sang Pembawa Kehidupan, berjumpa di alun-alun kecil dekat pitu gerbang kota Nain. Apa yang terjadi dalam perjumpaan tersebut? Kehidupan mengalahkan kematian. Yesus, Sang Anak Tunggal Allah, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan dan membangkitkan anak tunggal si janda yang telah mati sehingga menjadi hidup kembali.
Dengan menghadirkan kembali kisah ini dalam permenungan kita, kita tidak sekedar mengingat dan mengerti peristiwa tersebut sebagai kejadian di masa lampau. Injil ditulis bukan hanya untuk mengenangkan peristiwa di masa lampau tetapi juga untuk menghadirkan kembali peristiwa itu di masa sekarang. Saat ini dan setiap saat, Yesus juga senantiasa hadir di tengah-tengah kita. Pada suatu saat, kita diundang untuk ikut serta rombongan bersama-Nya, sebagai salah satu dari orang banyak yang mengikuti dan menyertai-Nya. Pada saat yang lain, kita berada dalam rombongan lain yang berjumpa dengan-Nya. Entah berada di rombongan yang mana, intinya sama: berjumpa dengan Yesus dan mengalami belas kasih-Nya. Hati Yesus selalu tergerak oleh belaskasihan, lebih-lebih ketika melihat kesulitan, penderitaan, dan tangisan kita. Kepada kita yang sedang mengalami "kematian", keterpurukan, kegagalan, keputusasaan, Yesus pun mendekati dan menjamah kita serta berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar