Senin, 15 September 2019
Pw. St. Kornelius dan St. Siprianus
1Tim. 2:1-8; Mzm. 28:2,7,8-9; Luk. 7:1-10
Sangat menarik kalau kita memperhatikan apa yang dilakukan oleh Yesus dalam kisah penyembuhan seorang hamba dari perwira di wilayah Kapernaum ini. Pertama-tama, Ia diminta supaya "datang dan menyembuhkan" hambanya yang sakit itu. Yang meminta adalah seorang perwira. Ia tidak datang sendiri kepada Yesus tetapi mengutus tua-tua Yahudi. Tanpa banyak diskusi, Yesus segera pergi bersama mereka. Mengapa perwira itu tidak datang sendiri kepada Yesus? Kemungkinan karena ia bukan orang Yahudi. Yesus pun tidak mempermasalahkan hal itu. Meskipun perwira itu bukan orang Yahudi seperti Dia, Ia tetap mendengarkan dan mengabulkan apa yang diminta. Ia mendekati dan mendatangi mereka yang mencari dan memanggil-Nya, siapa pun itu, tanpa melihat dan membeda-bedakan latar belakangnya. Meskipun yang mencari dan memohon bukanlah kelompoknya dan tidak datang sendiri kepada-Nya, Ia tetap berkenan datang dan mengabulkan permohonannya. Yesus juga tidak meminta agar perwira itu berpindah keyakinan menjadi penganut Yahudi seperti Dia. Hal ini kiranya semakin meneguhkan kita, untuk mendoakan orang lain. Ketika orang lain meminta agar kita mendoakan mereka, meskipun berbeda keyakinan dengan kita, kita tidak perlu ragu untuk mendoakan. Tuhan tetap mendengarkan doa kita untuk mereka, sebagaimana Ia mendengarkan permohonan tua-tua Yahudi untuk perwira yang memohon agar Ia menyembuhkan hambanya yang sakit. Kita juga bersyukur karena Yesus mengajarkan kepada kita sikap untuk 1) memberikan pertolongan kepada semua orang, siapa pun yang membutuhkan, tanpa membatasi diri hanya pada kelompoknya saja; 2) tanpa meminta apalagi memaksa yang kita tolong itu masuk dalam kelompok kita dan menjadi sama dengan kita. Saya rasa hal ini tidak bertentangan dengan perintah-Nya untuk mewartakan Injil dan membaptis. Masing-masing ada saatnya, sesuai dengan situasi dan kesempatan yang tepat.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar