Minggu, 15 September 2019

*SENIN, 16 SEPTEMBER 2019*

Bacaan Liturgi

Hari Biasa, Pekan Biasa XXIV
PW S. Kornelius, Paus, dan Siprianus, Uksup; Martir

Bacaan Injil
Luk 7:1-10

Di Israel pun iman sebesar itu belum pernah Kujumpai

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada suatu ketika,
setelah mengakhiri pengajaran-Nya kepada orang banyak,
masuklah Yesus ke Kapernaum.
Di situ ada seorang perwira
yang mempunyai seorang hamba yang amat ia hargai,
Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
Ketika mendengar tentang Yesus,
ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya
untuk meminta agar Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
Mereka datang kepada Yesus,
dan dengan sangat mohon pertolongan-Nya, katanya,
"Sudah selayaknya Engkau menolong dia,
sebab ia mengasihi bangsa kita,
dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."
Maka pergilah Yesus bersama mereka.

Ketika Yesus tidak jauh lagi dari rumahnya,
perwira itu menyuruh beberapa sahabatnya untuk mengatakan kepada Yesus,
"Tuan, janganlah bersusah-susah,
sebab aku merasa tidak layak menerima Tuan dalam rumahku.
sebab itu aku juga merasa tidak pantas
datang sendiri mendapatkan Tuan.
Tetapi katakanlah sepatah kata saja, maka hambaku itu akan sembuh.
Sebab aku pun seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit.
Jika aku berkata kepada salah seorang, 'Pergi' maka ia pergi;
atau kepada yang lain, 'Datanglah!' maka ia datang;
dan jika aku berkata kepada hambaku, 'Kerjakanlah ini!'
maka ia pun mengerjakannya."

Mendengar itu, heranlah Yesus akan dia.
Sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti-Nya,
Ia berkata,
"Aku berkata kepadamu:
Di Israel pun iman sebesar itu belum pernah Kujumpai."
Setelah orang-orang suruhan itu kembali ke rumah,
mereka mendapati hamba yang sakit itu sudah sehat kembali.

Demikianlah Injil Tuhan.
=======================
*SIRAMAN ROHANI*                                                                                                                              Senin, 16 September 2019                                                                                                                                       RP Fredy Jehadin, SVD

*Tema: Iman, Kasih Dan Kerendahan Hati Akan Menyelamatkan Kita!*                                                                       (Lukas 7:1- 10)

Saudara-saudari…Kisah Injil hari ini sungguh menggerakkan iman dan kepercayaan kita. Seorang Perwira Roma, yang bukan dari keturunan Yahudi menyuruh tua-tua Yahudi untuk mendekati Yesus dan meminta Yesus untuk menyembuhkan hambanya. Menurut pengakuan para tua-tua Yahudi, ia adalah seorang perwira yang baik hati. Ia selalu membantu, membangun rumah ibadat agama Yahudi. Karena kebaikan hatinya, para tua-tua Yahudi pergi mendekati Yesus. Rekomendasi para tua-tua Yahudi ini sungguh meyakinkan Yesus, karena itu Yesus pergi bersama mereka menemui sang Perwira. Sewaktu Yesus sudah semakin dekat dari rumah sang Perwira, sang perwira mengirim utusannya kepada Yesus dan katakan kepadanya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, sebab itu, aku juga menganggap diriku, tidak layak untuk datang kepadaMu. Tetapi katakanlah saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”  Dari ungkapan pernyataannya ini kita bisa tahu, bahwa Perwira ini sungguh rendah hati di hadapan Yesus dan imannya akan Yesus pun sungguh luar biasa. 
Sesudah ia mengungkapkan pernyataan ketidak-layakannya menyambut Yesus dan kepercayaannya pada Yesus, ia juga expresikan pengalaman pribadinya dalam soal saling mempercayai. Katanya: “Aku seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit, jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: pergi! Maka ia pergi, dan kepada seorang lagi, Datang! maka ia datang, ataupun kepada hambaku: kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
Berdasarkan pengalaman pribadinya dalam berelasi dengan sesamanya, di mana selalu terjalin ketulusan dan kejujuran di antara mereka, ia pun yakin, bahwa Yesus pun akan menghargai dan mendengarkan dia. Benarlah yang terjadi. Di depan umum Yesus mengakui kehebatan iman dari sang perwira ini. Ia seorang yang jujur dan tulus hati. Iman akan Yesus Kristus sudah mendatangkan keselamatan bagi hambanya. Hambanya sembuh seketika itu juga.
Selain kerendahan hati dan iman yang luar biasa, Perwira ini juga memiliki kasih dan cinta yang luar biasa akan hambanya. Bagi orang Roma di jaman Yesus, hamba dianggap orang yang tidak punya hak untuk diperhatikan secara baik oleh majikannya. Kalau dia sakit, dibiarkan saja. Tetapi perwira ini sungguh luar biasa. Iman dan perbuatannya sungguh seimbang. Ada kerja sama yang sangat baik antara iman dan perbuatan.

Bagaimana dengan kita, saudara-saudari? Apakah kita juga memiliki sikap seperti yang dimiliki oleh perwira ini? Apakah kita juga memiliki sikap rendah hati, percaya dan mengasihi sesama serta selalu merasa bertanggungjawab akan orang yang bekerja untuk kita?

Bersama Bunda Maria kita berdoa: Tuhan gerakanlah hati dan pikiran kami agar selalu percaya pada-Mu dan selalu rendah hati dan mengasihi sesama kami. Semoga contoh hidup sang Perwira dalam Injil hari ini selalu menjadi inspirasi hidup kita. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amen,

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar