Sabtu, 26 Oktober 2019
Pekan Biasa XXIX
Rm. 8:1-11; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 13:1-9.
"Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah"
Pohon ara merupakan salah satu sumber makanan yang penting bagi orang Palestina pada zaman Yesus. Biasanya, pohon ara sudah menghasilkan buah setelah 3 tahun ditanam. Namun, karena diserang hama atau penyakit, ada juga pohon ara yang tidak berbuah dalam waktu 3 tahun itu. Pohon-pohon yang berpenyakit dan tidak berbuah pada waktunya ini, biasanya dipotong dan diganti dengan pohon lain yang lebih sehat. Apa yang terjadi pada pohon ara ini oleh Yesus diterapkan pada hidup kita. Tuhan telah "menanam dan menempatkan" kita di dunia ini dan Ia mengharapkan agar kita menghasilkan buah-buah yang baik. Namun, karena hati dan pikiran kita seringkali diserang dan dikuasai oleh roh jahat, maka kita tidak mampu menghasilkan buah yang baik. Dalam hati dan pikiran kita, roh jahat menyebarkan virus berupa perasaan dan pikiran negatif, kebencian, dendam, iri hati, dll. Akibatnya, kita tidak mampu menghasilkan buah baik melalui kata-kata, sikap dan perbuatan kita, sebagaimana diharapkan oleh Tuhan. Dalam situasi ini, kendati Tuhan kecewa, namun Ia selalu memberi kesempatan baru kepada kita untuk bertobat. Ia juga membantu kita dengan rahmat-Nya agar kita dapat membebaskan diri dari roh jahat dan virus-virus negatif yang disebarkan dalam hati dan pikiran kita. Dari pihak kita, kita diharapkan bekerjasama dengan-Nya dan membuka diri selebar-lebarnya pada pertolongan rahmat-Nya agar semakin mampu menghasilkan hal-hal yang baik dalam pikiran, perasaan, perkataan, sikap, dan tindakan kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar