Senin, 7 Oktober 2019
Pw. Maria Ratu Rosatio
Gal. 1:6-12; Mzm. 111:1-2,7-8,9,10c; Luk. 10:25-37.
"Pergilah, dan perbuatlah demikian!"
Dinamika kisah dalam Injil ini sangat menarik. Diawali dengan pertanyaan seorang ahli Taurat kepada Yesus tentang syarat untuk memperoleh hidup yang kekal. Orang itu sendiri kemudian menjawab dengan jawaban yang dibenarkan oleh Yesus. Syarat untuk memperoleh hidup kekal adalah dengan mengasihi Tuhan dan sesama. Namun, si penanya belum merasa jelas sehingga perlu diberi contoh konkret. Mengasihi Tuhan dan sesama bukanlah dua hal yang terpisah tetapi berkaitan erat. Bukan seperti yang dilakukan imam dan lewi, yang mungkin karena mereka harus segera berdoa dan melaksakan ritual keagamaan lalu mengabaikan orang yang menderita. Tetapi seperti orang Samaria yang tentu juga punya kepentingan tetapi ketika melihat orang menderita, hatinya tergerak oleh belas kasihan lalu memolongnya. Bahkan, ia merelakan sebagian dari bekalnya untuk menolong orang tersebut. Ia tidak hanya mengorbankan waktu, tetapi juga harta yang dimilikinya. Dialah figur orang yang mengasihi Tuhan dan sesama. Injil lalu diakhiri dengan perintah tegas dari Yesus, "Pergilah, dan perbuatlah demikian!" Jadi, untuk memperoleh hidup yang kekal, kita harus mampu menjadi sesama yang baik bagi setiap orang, terutama bagi yang menderita. Kita tidak cukup hanya berdoa dan beribadah tetapi juga harus beramal kasih, seperti yang dilakukan oleh orang Samaria tersebut.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar