Sabtu, 09 November 2019

Kencan Dengan Tuhan
Minggu, 10 November 2019

Bacaan:  Roma 8:15   "Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Renungan:
  Film Lion King mengisahkan tentang Simba kecil, anak raja hutan, yang merasa bersalah karena telah menyebabkan kematian ayahnya. Padahal pelaku pembunuhan sebenarnya adalah adik ayahnya sendiri. Pamannya yang jahat itu justru menuduhnya sebagai pelaku. Untuk merebut kekuasaan, pamannya yang jahat itu menyuruh Hyena membunuh Simba. Karena takut dan sedih, Simba melarikan diri sejauh-jauhnya dan berusaha menghindari masa lalu dan kegagalannya. Ia bergaul dengan babi hutan, dan meerkat sejenis musang. Ia makan makanan mereka, menjalani hidup seperti mereka dan melupakan jati dirinya sebagai raja hutan.
  Suatu hari Meerkat temannya itu, diserang seekor singa betina. Simba berusaha menolong temannya dan bergelut dengan singa itu. Ternyata singa itu adalah Nala, temannya waktu kecil. Nala meminta Simba kembali untuk menyelamatkan kerajaan dari pamannya yang jahat. Tetapi karena dibayang-bayangi kegagalan masa lalu, Simba tidak mau kembali. Kemudian Baboon, dukun istana datang dan menyuruh Simba melihat ke air. Simba kaget melihat ayahnya ada di sana. Akhirnya Simba sadar akan jati dirinya yang sesungguhnya sebagai raja hutan. Ia pun kembali ke hutan wilayahnya dan merebut kembali takhta yang sebenarnya memang menjadi haknya.
  Kita mungkin pernah mengalami kegagalan seperti Simba. Kita tidak berani menghadapi masa lalu. Namun, jangan melarikan diri. Bangkitlah! Dengan pertolongan Tuhan, kita pasti bisa menemukan jati diri kita dan mengatasi kegagalan kita. Mari sadarilah, bahwa kita adalah anak-anak Raja di atas segala Raja. Kita diciptakan untuk mengalami keberhasilan. Jadi jangan tenggelam dalam masa lalu, namun mari menatap masa depan yang gemilang, yang sudah disediakan Tuhan bagi kita anak-anakNya. Tuhan Yesus memberkati.

 Doa:
Tuhan Yesus, telusurilah masa laluku, lepaskanlah dari luka hati, kekecewaan, kemarahan yang telah membuat akar pahit dalam hidupku. Gantilah dengan sukacitaMu sehingga aku  bisa menjalani hari-hari hidupku dengan penuh semangat dan sukacita. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar