Sabtu, 09 November 2019

Minggu, 10 November 2019
Minggu Biasa XXXII
2Mak. 7:1-2,9-14; Mzm. 17:1,5-6,8b,15; 2Tes. 2:16-3:5; Luk. 20:27-38

"Mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah" (Luk 20,36).

Bacaan-bacaan hari ini meneguhkan iman dan harapan kita akan kehidupan kekal. Dengan iman dan harapan akan kehidupan kekal itulah, tujuh bersaudara yang dikisahkan dalam bacaan I berani menanggung derita dan penganiayaan. Kita pun hendaknya demikian. Kehidupan kekal kita jadikan sebagai arah, tujuan, dan orientasi hidup kita. Yesus memberi gambaran bahwa keadaan orang yang sudah dibangkitkan dan mulia di surga adalah seperti malaikat dan hidup sebagai anak Allah. Oleh karena itu, baik kalau keadaan demikian mulai kita biasakan dan kita hayati. Artinya, sejak hidup di dunia ini, kita biasakan hidup seperti malaikat dan sebagai anak-anak Allah. Bukankah kita memang sudah diangkat menjadi anak-anak Allah? Hidup seperti malaikat berarti menjadi pembawa sukacita (seperti Malaikat Gabriel yang membawa kabar sukacita kepada Bunda Maria dan Zakaria), menjadi penolong dan sahabat yang baik (seperti Malaikat Rafael yang menolong dan menjadi sahabat serta teman seperjalan bagi Tobia), menjadi orang yang gigih melawan kejahatan (seperti Malaikat Mikael, sang panglima perang melawan balatentara iblis) dan menjadi pelindung yang memberikan rasa aman dan damai bagi orang lain (seperti para malaikat pelindung). Semantara itu, hidup sebagai anak Allah, tidak cukup kita hayati dengan mengakui dan menyebut Allah sebagai Bapa tetapi juga "mbangun miturut" pada Allah, hidup sesuai dengan kehendak Allah. 

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar