Rabu, 15 Januari 2020

Kamis, 16 Januari 2020
Hari Biasa Pekan I
1Sam. 4:1-11; Mzm. 44:10-11,14-15,24-25; Mrk. 1:40-45.

Ia mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir." (Mrk 1,41)

«Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman, suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis» (Tit 1,15). Kata-kata St. Paulus kepada Titus ini membantu kita untuk memahami: mengapa Yesus mau menyentuh orang yang sakit kusta. Padahal pada waktu itu, mendekatai orang kusta dilarang, baik secara medis (supaya penyakit tidak menular dan menjadi wabah), secara sosial (orang kusta harus disingkirkan supaya tidak mencemari lingkungan dan masyarakat), maupun secara yuridis keagamaan (orang kusta dipandang sebagai orang yang kena kutuk atas dosa-dosanya sehingga menjadi najis dan siapa pun yang menyentuhnya akan ketularan najis). Namun, Yesus adalah «Yang Kudus dari Allah» (Mrk 1,24). Bagi-Nya orang kusta bukanlah orang yang kotor dan najis. Ketika tangan-Nya yang kudus menjamahnya, yang terjadi bukan Ia tertular kusta dan kenajisannya tetapi justru sebaliknya: si kusta ketularan kekudusan-Nya sehingga menjadi sembuh [lenyaplah penyakit kustanya] dan menjadi tahir [tidak lagi najis] (bdk. Mrk 1,42). Kita pun demikian. Meskipun badan kita bersih (tidak kena kusta) tetapi hati dan pikiran kita seringkali kotor dan najis. Amat mudah kita berpikiran, berperasaan, berprasangka dan berkata negatif terhadap orang lain. Dengan demikian, kita sebenarnya menderita "kusta", bukan di kulit tetapi dalam hati dan pikiran kita. Oleh karena itu, marilah dengan rendah hati kita mohon kepada Tuhan agar Ia mengulurkan tangan-Nya dan menjadikan kita tahir supaya kita tidak mudah berpikiran, berperasaan, berprasangka dan berkata negatif terhadap atau tentang orang lain.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar