Kencan Dengan Tuhan
Minggu, 19 Januari 2020
Bacaan: Markus 10:47-48 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"
Renungan:
Nama Stevie Wonder sudah sangat dikenal di jagat musik internasional. Ia dikenal sebagai seorang penyanyi, pencipta lagu dan produser. Wonder dilahirkan secara prematur di Saginaw, Michigan. Ia buta tidak lama setelah kelahirannya. Namun ibu Wonder, Lula Mae Hardaway, mengajarkan anak-anaknya yang lain untuk memperlakukan Wonder sebagaimana layaknya anak normal, tidak mengejek atau pun membantunya terlalu banyak. Wonder mulai belajar menyanyi dan memainkan alat musik di gereja sejak usia dini, seperti piano, drum, bass dan harmonika. Karier Wonder terus menanjak dan melahirkan lagu-lagu terbaik. Salah satu penghargaan yang diterimanya adalah ia menjadi penerima kedua dari The Library Of Congress's Gershwin Prize For Pop Music, yang diberikan oleh Presiden Barack Obama di Gedung Putih.
Wonder seorang yang buta, tetapi ia tidak menyerah terhadap kebutaannya sehingga ia meraih banyak prestasi dan penghargaan. Semangat yang sama dialami oleh Bartimeus, seorang pengemis buta di Yerikho. Ketika ia mendengar bahwa Tuhan Yesus lewat di kotanya, maka ia pun berteriak memanggilNya. Banyak orang yang menegurnya agar ia diam, tetapi ia tidak menyerah, malah semakin keras berseru. Akhirnya Tuhan Yesus pun menyuruh memanggilnya, lalu menyembuhkan matanya yang buta sehingga ia dapat melihat.
Apapun keterbatasan yang mengekang kita, cacat fisik, kesehatan, latar belakang keluarga yang berantakan, kemiskinan, dll, kita tidak boleh menyerah terhadapnya. Kita harus terus berusaha dengan apa yang kita punya dan apa yang kita mampu. Terlebih lagi karena kita punya Tuhan yang mengasihi kita dan senantiasa menyertai kita dalam menjalani hidup. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, beri aku kemampuan untuk tetap menjalani hidupku walau dengan keterbatasan yang ada pada diriku. Aku percaya, bersamaMu semuanya akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar