Minggu, 19 Jamuari 2020
0 Pekan II
PEKAN BIASA II(H)
St. Marius, St. Gerilalus; St. Gottfrid; Yakobus Sales, dan Wilhelmus Saultemouche.
Bacaan I : Yes. 49:3.5-6
Mazmur : 40:2.4ab.7-8a.8b-9.10; R:8a.9a
Bacaan II : 1Kor 1:1-3
Bacaan Injil : Yoh. 1:29-34
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." Dan Yohanes memberi kesaksian katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal diatas-Nya. Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku; Jikalau engkau melihat Roh itu turun keatas seseorang dan tinggal diatas-Nya, Dialah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."
Renunga
Yohanes membaptis Yesus dan memberi kesaksian: "Jikalau engkau melihat Roh itu turun keatas seseorang dan tinggal diatas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus." Pembaptisan Yohanes adalah pembaptisan pertobatan. Namun, sejak Yesus mau dibaptis sebagai sesama manusia, baptisan adalah panggilan kekudusan karena dalam Kristus kita pun dibaptis dengan Roh Kudus: yaitu, mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus.
Bagaimana kita menghayati hidup kita sebagai orang yang dipanggil menuju kekudusan? Pertama, dengan menyadari penuh syukur bahwa dengan memanggil kita kepada kekudusan Tuhan ingin menyatakan keagungan-Nya lewat hidup kita: dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku. Kedua, keagungan Tuhan itu nyata ketika kita diutus untuk mengembalikan kita sesama manusia kepada Tuhan: untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya. Ketiga, menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai keujung bumi. Suatu yang nyaris mustahil bagi manusia, namun tiada yang mustahil bagi orang yang sungguh percaya pada kekuatan Roh Kudus yang telah dicurahkan kedalam hati kita.
Yesus, kami bersyukur melalui pembaptisan Engkau memanggil kami kepada kekudusan. Jangan biarkan kami menyimpang dari jalan kekudusan. Semoga hidup kami Kau jadikan terang bagi sesama, sehingga mereka pun berani kembali kepada-Mu. Amin.
Diambil dari : Buku Ziarah Batin 2020
Ditulis kembali: Veronica Neli

Tidak ada komentar:
Posting Komentar