Minggu, 26 Januari 2020
Minggu Biasa III. Minggu Sabda Allah
Yes. 8:23b-9:3; Mzm. 27:1,4,13-14; 1Kor. 1:10-13,17; Mat. 4:12-23 (Mat. 4:12-17).
Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.
Kita tahu bahwa terang itu amat penting bagi keselamatan kita. Itulah makanya, di tempat-tempat dan di sepanjang jalan yang banyak dilewati orang, selalu dipasang lampu. Demikian pula, setiap kendaraan juga selalu dilengkapi dengan lampu. Di awal tahun baru ini, kita pun tentunya ingin melangkah dalam terang supaya selamat sampai di penghujung tahun nantinya. Dan untuk melengkapi berbagai macam lampu yang ada, Tuhan sendiri menjadikan diri-Nya sebagai terang bagi kita. Oleh karena itu, kita tidak perlu kawatir akan mengalami kegelapan, asal kita selalu berjalan bersama dengan Tuhan. Memang, tidak semua yang akan terjadi dan yang akan kita lewati sudah jelas bagi kita, namun kita yakin bahwa pada saatnya, semua akan menjadi jelas. Seperti lampu motor atau mobil yang kita kendarai, khan tidak langsung menyorot sampai tempat yang kita tuju tetapi cukup menyinari jalan di depan sejauh yang kita butuhkan untuk terus maju. Demikian pula, Tuhan senantiasa menerangi kita sejauh yang kita perlukan dalam setiap langkah kita untuk maju. Marilah, kita semakin mendekatkan diri kepada Kristus, Sang Terang, agar selain hidup kita selalu diterangi oleh-Nya, kita juga dimampukan untuk memancarkan terang itu bagi sesama.
Paus Fransiskus juga menjadikan Minggu Biasa III ini sebagai Minggu Sabda Allah. Kita diajak untuk menjadikan Minggu ini sebagai kesempatan istimewa untuk "perayaan, pendalaman dan penyebaran Sabda Allah". Selain itu, menempatkan Minggu Sabda Allah pada penutupan Pekan Doa Sedunia Untuk Kesatuan Umat Kristiani, juga menyadarkan kita bahwa perayaan ini memiliki "nilai ekumenis, karena Kitab Suci bagi mereka yang mendengarkannya, menunjukkan jalan menuju persatuan yang otentik dan kokoh". Kalau dikaitkan dengan teman Terang dalam Injil hari ini, dengan merayakan Minggu Sabda Allah ini, kita diajak untuk sungguh-sungguh menghayati dan mengimani kata-kata pemazmur ini, "Sabda-Mu adalah pelita bagi langkahku, cahaya untuk menerangi jalanku" (Mzm 119,105). Oleh karena itu, marilah kita semakin memberikan porsi lebih bagi Sabda Allah dalam hidup kita - misalnya dengan meluangkan waktu setiap hari barang 5-10 menit untuk membaca dan merenungkan Sabda Tuhan - agar kita diteringai olehnya. Sabda Allah "memiliki kekuatan untuk membuka mata kita dan membuat kita meninggalkan individualisme yang membuat kita picik dan tidak berbuah. Pada saat yang sama, Sabda Allah membuka jalan untuk saling berbagi dan solider".
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar