Senin, 06 Januari 2020

Selasa, 7 Januari 2020
Didakus Yosef dr Sadiz
1Yoh. 4:7-10; Mzm. 72:2,3-4ab,7-8; Mrk. 6:34-44.

"Kamu harus memberi mereka makan!"

Peristiwa Yesus memberi makan lima ribu orang ini dikisahkan oleh keempat Injil sekaligus (Mat 14,13-21; Mrk 6,30-44; Luk 9,10-17; Yoh 6,1-14). Semua kisah dapat dikaitkan dengan Ekaristi, di mana Yesus melakukan tindakan yang sama: mengambil roti, menengadah ke langit, mengucap berkat, memecah-mecah roti, dan memberikannya kepada para murid untuk dibagi-bagikan kepada orang banyak  (Mat 14,19; Mrk 6,41; Luk 9,16; Yoh 6,11). Namun, kali ini saya akan lebih memberi penenakan pada makanan dan peristiwa makan bersama, sebagaiman terjadi juga baik dalam kisah penggandaan roti maupun dalam Ekaristi. Makanan dan minuman merupakan kebutuhan manusia yang paling pokok dan mendasar. Maka, memberi makan kepada orang yang lapar merupakan wujud dari tindakan kasih yang paling mendasar pula. Itulah yang dilakukan oleh Yesus terhadap para pengikutnya. Ia tidak menerima usulan para murid untuk menyuruh mereka pergi dan mencari atau membeli makan sendiri-sendiri. Juga tidak meminta para murid untuk memberi mereka uang supaya mereka dapat membeli makanan sendiri-sendiri. Dengan tegas, Yesus meminta para murid untuk memberi mereka makan dengan apa yang mereka miliki. Uang memang sangat penting untuk hidup, tetapi tidak selalu bisa menjadi solusi untuk segala-galanya. Kasih sayang orangtua terhadap anak, tidak cukup hanya dengan uang. Makan bersama yang diawali dan diakhiri dengan doa, kemudian dilanjutkan atau dibarengi dengan ngobrol untuk saling berbagai cerita dan bersenda gurau, tentu lebih jauh bermakna sebagai ungkapan kasih sayang. Maka, salah satu pesan dari bacaan Injil ini adalah ajakan bagi kita untuk menghayati makan bersama, baik dalam keluarga maupun dalam komunitas, sebagai ungkapan kasih sayang satu sama lain.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar