Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 5 Februari 2020
Bacaan: Kejadian 12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu."
Renungan:
Menurut teori salah satu cara yang biasa dipakai untuk menangkap kera adalah dengan menggunakan sebuah kotak. Bagian atas kotak tersebut diberi lubang yan dibiarkan terbuka. Lubang tersebut tidak usah terlalu besar, cukup untuk tangan kera bisa masuk ke dalam kotak. Lalu sediakan kacang di dalam kotak untuk menarik perhatian kera. Kera akan mengambil kacang-kacang tersebut, lalu mengepalkan tangannya yang berisi kacang. Tetapi ia akan kesulitan untuk mengeluarkan kepalan tangannya, karena lubang tersebut terlalu kecil. Fakta yang biasa terjadi adalah kera akan memilih untuk tetap menggenggam kacang meskipun harus menanggung risiko ditangkap manusia.
Pada dasarnya manusia memiliki kebiasaan untuk memegang erat materi, kebiasaan ataupun cara berpikir lama dan tidak berani membuka diri terhadap perubahan. Ini dikarenakan kekhawatiran atas ketidakpastian di masa mendatang. Para motivator sering menggunakan ilustrasi kera ini untuk mendorong seseorang agar berani mengambil langkah perubahan. Keberanian melepaskan apa yang menurut kita sangat berharga seringkali membuahkan hasil yang lebih baik. Apalagi jika hal itu berhubungan dengan kehendak atau perintah Tuhan kepada kita.
Kita perlu belajar dari kehidupan Abraham yang mau terbuka terhadap sesuatu yang baru dan berani mengambil langkah perubahan. Ketika Tuhan memerintahkan agar ia meninggalkan negerinya dan pergi ke suatu negeri yang belum diketahuinya, ia bersedia. Seandainya Abraham menolak untuk meninggalkan negerinya, belum tentu ia akan menikmati janji-janji Tuhan yang besar. Jika Tuhan menuntut kita berubah, kita harus berani berubah. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, berilah aku keberanian untuk melangkah dalam iman menuju perubahan yang Kau kehendaki. Yakinkan aku bahwa bersama dengan Engkau, aku akan mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar