Rabu, 5 Februari 2020
St. Agata
2Sam. 24:2,9-17; Mzm. 32:1-2,5,6,7; Mrk. 6:1-6.
Selama kurang lebih 30th, Yesus Hidup di Nazaret. Mungkin sebagai tukang kayu seperti Yusup, ayah-Nya. Maka, orang-orang Nazaret mengenal-Nya sebatas sebagai anak seorang tukang kayu. Tidak lebih. Sebelum Ia datang ke Nazaret, mungkin mereka sudah mendengar kabar tentang apa yang Ia buat di tempat-tempat lain. Mereka penasaran. Lalu, ketika Yesus pulang kampung dan mengajar di sinagoga, mula-mula mereka takjub. Sayang, mereka tidak menyukuri ketakjuban mereka tetapi malah mengorek-ngorek masa lalu-Nya sehingga muncul kekecewaan.
Seringkali, kita hanya berfokus pada masa lalu dan cenderung meratapinya kurang bersyukur. Padahal, kalau kita mau menyadari, pasti banyak rahmat dan anugerah yang kita terima. Dari waktu ke waktu, kita pun pasti mengalami banyak perubahan dan kemajuan. Hal yang sama, kadang juga kita terapkan pada orang lain. Kita terlalu berfokus pada masa lalunya, lebih-lebih yang buruk. Kita kadang kurang bisa melihat usahanya untuk berubah, bahkan ketika sudah jelas ada hasilnya: ia menjadi lebih baik. Masa lalu memang merupakan bagian dari sejarah hidup kita, namun kalau ada hal-hal yang kurang baik, lalu kita terlalu kecewa atau meratapinya, kita tidak akan bisa berkembang secara optimal. Maka, jauh lebih penting kita fokus pada apa yang sedang kita hadapi seraya menyadari kehadiran Tuhan dan mensyukuri karya-karya-Nya dalam hidup kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar