Kencan Dengan Tuhan
Senin, 10 Februari 2020
Bacaan: Amsal 22:24-25 "Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah,
supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri."
Renungan:
Suatu kali Billy Martin, manajer baseball, mengadakan perjalanan untuk berburu dengan Mickey Mantle. Mereka pergi ke peternakan sahabat Mickey yang bisa memberi izin berburu di peternakannya. Sahabatnya pun memberi izin tetapi dengan satu permintaan, "Saya memiliki satu keledai peliharaan yang buta di kandang. Saya tidak tega melihatnya menderita. Maukah kau menembaknya untukku?" Mickey pun setuju. Saat ia kembali ke mobil, ia berpura-pura marah, membanting pintu sampai tertutup. "Ada apa?" tanya Martin. Mickey menggeram, "Temanku tidak mengizinkan kita berburu di tanahnya. Aku kesal. Aku akan pergi ke kandangnya untuk menembak salah satu keledainya." Mickey mengendarai mobil ke kandang seperti orang gila. Tiba di kandang, Mickey melompat dari mobil dengan senapannya, berlari ke dalam kandang dan langsung menembak keledai tersebut. Tetapi saat ia meninggalkan kandang, ia mendengar 2 tembakan lagi. Dari jauh ia melihat Martin memegang senapan. "Apa yang kau lakukan Martin?" teriak Mickey. "Kita tunjukkan pada orang brengsek itu. Aku baru saja menembak 2 ekor sapinya," kata Martin dengan wajah penuh kemarahan. Begitu cepat virus kemarahan menular. Tak menunggu waktu berhari-hari untuk membiarkannya, dalam hitungan menit pun ia sudah tersebar.
Terkadang tanpa disadari, kita pun sering bersikap seperti Martin. Emosi kita mudah terpancing. Tetapi firman Tuhan mengajak kita agar tidak lekas gusar dan marah bagaimanapun keadaannya. Dr. Frank Minith berkata bahwa kemarahan mengurangi limphocytes dalam tubuh kita yang menyebabkan menurunnya antibodi yang diperlukan untuk memerangi penyakit-penyakit menular. Untuk bisa menghindari kemarahan dengan cepat ada baiknya kita memerhatikan keadaan yang sebenarnya dan informasi yang kita dapat haruslah terbukti jelas.
Untuk itu sangatlah bijak jika kita bersikap tenang dalam menyikapi keadaan yang panas. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, berilah aku kesabaran dalam menghadapi masalah dan perilaku orang lain yang tidak sesuai dengan kehendakku, sehingga aku tidak terpancing untuk marah. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar