Kamis, 12 Mar 2020
Hari Biasa Pekan II Prapaskah
Yer. 17:5-10; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 16:19-31.
“Engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita” – Luk 16,25
Ketidakpedulian itu membahayakan dan menghancurkan baik diri sendiri maupun orang lain. Mungkin seperti yang saat ini sedang kita alami di Italia. Ketika awal-awal beberapa orang terkena covid-19, lalu semakin hari semakin bertambah, cukup banyak orang tidak peduli. Anjuran untuk tinggal di rumah dan mengurangi komunikasi dan perjumpaan yang merupakan sarana utama penularan virus sama sekali tidak diindahkan. Akibatnya, sampai sekarang penyebaran virus menjadi sangat cepat. Puluhan ribu orang terjangkit.
Hal yang sama ditunjukkan dengan sangat jelas dalam kisah orang kaya dan Lazarus dalam Injil hari ini. Ketidakpedulian si kaya terhadap Lazarus yang miskin membuat Lazarus tetap menderita sampai akhirnya meninggal dalam kemiskinan dengan badan penuh luka borok. Lebih dari itu, ketidakpeduliannya pada Sabda Tuhan yang telah disampaikan melalui Musa dan para nabi menghancurkan masa depannya: ia harus mengalami penderitaan kekal, tanpa seorang pun yang dapat menolongnya.
Hal ini tentunya menjadi peringatan sekaligus ajakan pada kita untuk menjadi semakin peduli: peduli pada sesama dan peduli pada sabda serta kehendak Tuhan. Tuhan Allah senantiasa peduli pada kita, dan karena kepedulian-Nya itu maka kita diselamatkan. Kita tidak hidup sendiri tetapi selalu bersama orang lain. Apa pun yang kita lakukan, sekecil dan sesederhana apa pun itu, tidak hanya mempunyai dampak bagi diri kita sendiri tetapi juga bagi orang lain. Oleh karena itu, sudah sepantasnya, kita pun semakin peduli pada sesama.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar