Sabtu, 21 Maret 2020

Kencan Dengan Tuhan
Minggu, 22 Maret 2020

Bacaan: Mazmur 62:1-2
"Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah."

Renungan:
  Beberapa tahun lalu ada seorang petani yang memiliki tanah pertanian di sepanjang pesisir Atlantik. Telah lama ia mencari orang yang mau mengolah tanah tersebut, namun mereka menolak untuk bekerja di pesisir Atlantik karena mereka takut terhadap badai dahsyat yang bisa merusak tempat tinggal, hasil panen dan ternak. Pada akhirnya petani tersebut mendapatkan seorang pekerja. Seorang pria bertubuh kurus. "Apakah engkau seorang pekerja yang baik?" tanya petani. "Betul, aku bisa tidur meskipun ada angin kencang bertiup," jawab orang tersebut. Meskipun sang petani tidak mengerti maksud perkataan itu, tetapi ia menerima pria tersebut untuk bekerja di tanah pertaniannya.
  Suatu malam angin badai menderu di sepanjang pantai. Sang petani melompat dari tempat tidurnya dan mengambil lentera. Ia berteriak membangunkan pegawainya, "Banguuuuun! Badai sedang datang." Pekerja itu bangun dan berkata, "Tidak Tuan, aku sudah mengatakan kepadamu bahwa aku bisa tidur meskipun angin bertiup kencang." Si petani marah. Ia segera berlari untuk memersiapkan segalanya sebelum badai tiba di tempatnya. Tapi, ia kaget karena menemukan bahwa semua timbunan rumput kering telah dibungkus dengan kain tebal. Lembu-lembu ada di dalam gudang, demikian juga dengan ayam, semuanya berada di dalam kandang. Pintu-pintu dan jendela tertutup rapat dan diberi palang kuat yang bisa menahan hantaman keras. Semuanya sudah dipersiapkan oleh si pekerja dengan baik sehingga tidak satu pun benda di rumah itu yang akan diterbangkan oleh tiupan angin. Kini sang petani pun mengerti apa maksud perkataan pekerjanya tadi.
  Pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah, ketika kita siap, kita tidak perlu takut. Kita akan mampu melalui hari-hari hidup kita dengan tenang meskipun banyak badai, jika kita siap dan menjadikan Tuhan sebagai Gunung Batu kita. Dalam tangan-Nya kita akan aman. Jika ketakutan, kekuatiran dan kepanikan mulai menguasai hidup kita, mungkin itu pertanda bahwa kita ada dalam keadaan yang tidak siap.
 Ketidaksiapan itu bisa disebabkan karena hubungan yang mulai renggang dengan Tuhan atau pun keragu-raguan akan janji-janji-Nya. Tuhan memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, Engkaulah kekuatan dan pengharapanku. Di dalam Engkau aku merasa tenang meskipun masalah menghimpitku. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar