Senin, 06 April 2020

EMBUN ROHANI PAGI dari Kota AMBON MANISE, City of Music
Selasa, 07 April 2020
Bac.I, Yes 49 : 1 – 6
Injil, Yoh.13 : 21 – 33. 36 - 38
Pada Pekan Suci

ENGKAU MENIKAM DAN MEMBUNUHKU DI DALAM RUMAH KITA

“Adalahh lebih  sakit ketika kita sadar bahwa dia yang duduk makan semeja dengan kita; dia yang tinggal serumah dengan kita; dan dia yang kita kasihi dengan tulus, tega menyakiti, memfitnah dan merencanakan sesuatu yang jahat kepada kita.”

Kata-kata di atas mau melukiskan apa yang dialami oleh Yesus dari orang-orang yang dikasihi-Nya, yakni murid-murid-Nya; Yang satu diperankan oleh Petrus, yang rela mati untuk Sang Guru, tapi ketika tantangan menghadang, maka ia berani menyangkal Yesus; dan yang lain diperankan oleh Yudas, yang karena keinginan bahkan kerakusan akan uang, berani menjual sang Guru dengan 30 keping perak. Dan lihatlah bahwa pengkhianatan dan penyangkalan kedua murid itu terjadi ketika mereka makan bersama Sang Guru; Makanan yang terkunya di mulut terasa pahit dan hambar akibat niat dan rencana jahat. Sesaat kita membayangkan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh Yesus ketika Ia tahu bahwa orang-orang yang dikasihi, yang berjalan, tidur, makan dan minum bersama-Nya selama 3 tahun, tapi itu belum cukup mengubah karakter mereka menjadi baik, sehingga berani menyangkal dan mengkhianati orang yang sangat mencintai mereka?

Pagi ini, kudatangi para sahabat dan mengajaknmu untuk bermenung danb bertanya diri secara jujur;

1) Seberapa seringkah aku telah mengkhianati orang-orang yang mencintaiku dengan tulus; Orang tua, suami, anak-anak, kekasih dan mereka yang tulus mencintaiku?

2) Seberapa seringkah aku telah merencanakan sesuatu yang jahat kepada orang lain, walaupun aku tahu mereka tidak bersalah kepadaku?

3) Apa reaksiku ketika aku mengetahui bahwa orang-orang terdekat dan kucintai merencanakan dan mengkhianatiku, menikamku dari belakang, memfitnah dan membohongiku: Apakah aku balik menyerang mereka dengan kata-kata dan perbuatan yang lebih jahat? Ataukah aku rela dan berani memaafkan dan menuntun kembali mereka ke jalan yang benar?

Para sahabat yang terkasih…

Mungkin, engkau pernah menjadi seperti Yudas dan Simon yang pernah menyangkal dan mengkhianati orang-orang yang mencintaimu dengan tulus, tapi pagi ini kuyakinkan engkau bahwa engkau adalah akan seperti Petrus, yang menyadari kesalahanya dan kembali kepada Sang Guru, dan terdekap dalam erat dan mesranya cinta Sang Guru menerimanya apa adanya. Satu-satunya jalan adalah pertobatan. Pertobatan yang membukan ruang bagi perubahan, dan perubahan yang akan menjadikanmu berkat bagi orang lain di sekitarmu.
Engkau pasti bisa melakukannya, kawan!

Selamat beraktivitas untuk para sahabat

Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya, dan terimalah berkat Tuhan untukmu; Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin

( Rinnong – Duc in Altum )

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar