FAMILLY
"Familly is a small church in love" John Paul II
Stay at home seperti sekarang ini baik juga bicara soal keluarga. Bicara rumah tangga tentu bukan soal yang happy saja. Rumah tangga itu banyak tantangannya, banyak pula masalahnya. So untuk mengurangi masalah dan keruwetan rumah tangga hindari 5 kalimat ini ( he he he.. sok tau aja romo, emang punya pengalaman, bisa omong saja ...)
Pertama, "Kalau dia bisa, aku juga bisa". Kalau bisanya itu positif no problem; bisa kerja, bisa sukses, bisa bahagiain, bisa nyenengin. Tapi seringnya kalimat itu kalimat pembalasan. Kalau dia bisa seenaknya, liat aja saya juga bisa. Kalau dia bisa marah, saya juga bisa, Kalau dia bisa selingkuh, liat aja saya lebih bisa. Ingat rumah tangga bukan ajang pertandingan. Bukan pula soal menang-kalah. Karena kalau menang ya dua-duanya, kalah ya dua-duanya.
Kedua, "Kenapa harus aku yang mulai". Inget waktu pacaran maunya selalu mulai, maunya berinisiatif, mulai ... mulai ... dan mulai duluan. Giliran udah menikah malah nanya kenapa harus aku yang mulai. Berlapang dadalah tuk memulai. Mulai minta maaf meski bukan kamu yang salah. Nggak ada salah dan ruginya kamu mengalag dan mau berubah. Toh kalau satu disakiti, atau saling menyakiti sebenarnya kamu sendang menyakiti diri kamu sendiri. Eiit buat kamu yang lagi marahan ayooo mulai dulu deh ajak bicara.
Ketiga; "Kamu tuh ya, selalu" Selalu ... selalu .. selalu kata ini sederhana tapi menyakitkan. Kata yang juga sering mengiringi selalu " nggak pernah". Kamu tuh ya nggak pernah perhatian, kamu tuh ya nggak pernah bisa nyukupin ... nggak pernah ... ngak pernah.
Ingat kata "selalu" dan "nggak pernah" ibarat pedang yang menusuk dan merobohkan. Seolah yang telah dibuat nggak ada artinya selama ini di mata kamu.
Kalimat berikutnya besok....mau cari inspirasi sambil tanam sayuran organik dulu he he he . Deo gratias. Edo/Rio.scj.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar