Minggu, 19 April 2020

Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Senin,_ *20 April 2020*

Kis 4:23-31
Mzm 2:1-9
Yoh 3:1-8

*PERLU LAHIR KEMBALI*

_Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.  -- Yoh 3:3_

Bagaimana mungkin seorang yang sudah lahir harus dilahirkan kembali? Saya rasa pasti ada yang pernah bertanya seperti ini. Kelahiran kembali yang dimaksud bukan pengertian harafiah, melainkan kelahiran baru dalam Kristus melalui pembaptisan.

Kristus sendiri wafat dan bangkit dari maut menjadi teladan bagi kita yang mengikuti-Nya. Kitapun dilahirkan kembali melalui jalan pembaptisan, karena ada air yang dicurahkan dan Roh Kudus yang dicurahkan. Air menjadi sarana bagi pengudusan diri kita saat dibaptis. Kita yang dibaptispun telah melewati maut kekal karena maut tersebut sudah dikalahkan Kristus dengan kematian dan kebangkitan-Nya, maka kita pun akan dibangkitkan pada saatnya nanti.

Apakah berarti kita tidak mengalami kematian di dunia ini? Tentu saja semua manusia akan meninggal. Hanya saja kematian kekal diri kita sudah dihapus dengan pembaptisan kita. Kematian kita hanya bersifat sementara karena jiwa kita akan terus hidup dalam kasih menuju persatuan dengan Allah, sampai pada waktunya kebangkitan badan di akhir zaman.

Kelahiran kembali atau lahir baru memiliki makna rohani yang dalam, karena dari situlah karunia dari Allah. Kerajaan Allah menjadi terlihat jelas saat kita menjadi anggota kerajaan-Nya yang kekal selamanya.

Marilah kita menghayati kelahiran kembali diri kita agar kita pun dapat menjalankan kehidupan kita sehari-hari sebagai anak-anak Allah di dunia yang tidak mengenal Kristus ini. (Aw)

_Apakah saya sudah menghayati makna kelahiran baru diri saya di dunia ini?_

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar