EMBUN ROHANI PAGI dari Kota AMBON MANISE
Rabu, 26 Februari 2020
Bac.I, Yoel 2 : 12 - 18
Bac.II, 2Kor 5 : 20 - 6 : 2
Injil, Mat 6 : 1 - 6. 16 - 18
Hari RABU ABU
Berpuasa Hati Atau Berpuas Diri
"Sesaat ketika engkau sungguh-sungguh berpuasa maka mukamu akan memancarkan pesona jiwa kepada mereka yang memandangmu."
Dalam Tradisi Gereja Katolik, hari Rabu ini disebut *Rabu Abu,* hari pertama dari 40 hari yang dikhususkan untuk berpuasa dan berpantang makanan dan minuman, keinginan dan hasrat untuk membatasi diri terhadap segala tawaran enak duniawi dan berpaling kepada Allah dalam tobat dan sesal yang sejati menyongsong pesta kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus.
Yesus menegaskan dalam Injil hari ini tentang puasa yang benar, " *Dan apabila kamu berpuasa janganlah muram mukamu seperti orang munafik...Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat yang tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu* ."
Beberapa butir permenungan bagi kita di hari Rabu Abu ini yakni;
1) Bersyukurlah bahwa Gereja menyediakan masa khusus nan berahmat ini untuk membangun tobat dan sesal melalui puasa dan pantang.
2) Puasa dan pantang yang benar tidak dibuat untuk dilihat orang dan mendapatkan pujian, melainkan terlebih tobat dan sesal hati yang membuatmu semakin dekat dengan Tuhan dan peduli terhadap sesama.
3) Bila di masa puasa kita mengurangi makanan dan minuman, maka janganlah simpan di atas mejamu sampai membusuk, melainkan bawalah kepada mereka yang lapar dan membutuhkannya.
4) Ada banyak tawaran di sekitarmu di masa puasa ini; pilhan ada padamu, entahkah Anda mau berpuasa dan berpantang atau berpuas dan menikmati kepuasan.
Akhirnya, sadarlah bahwa engkau bisa berdoa tanpa berpuasa, tapi sangat tidak mungkin engkau bisa berpuasa dengan sungguh-sungguh tanpa berdoa, karena sesungguhnya ketika tubuhmu lemas karena kekurangan energi maka doa akan tetap menguatkan jiwamu sehingga mukamu tetap bersinar dan bercahaya di saat engkau berpuasa dan bermati raga.
Selamat menjalankan puasa dan pantang untuk para sahabat
Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.
( Rinnong - Duc in Altum )
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar