Kencan Dengan Tuhan
Minggu, 8 Maret 2020
Bacaan: Mazmur 42:6 "Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!"
Renungan:
Seorang wanita yang sudah 2 kali menjanda merasa sangat putus asa dengan hidupnya. Dia berencana untuk mengakhiri hidupnya dengan cara mengendarai mobil sekencang-kencangnya hingga menabrak sesuatu. Saat ia hendak masuk ke dalam mobilnya, ia melihat cucunya ada di dalamnya. Kemudian dia memakaikan sabuk pengaman pada cucunya, sedang ia tidak menggunakannya. Wanita itu mulai menghidupkan mesinnya dan mengendarai mobilnya dengan sangat cepat. Ia berkata kepada cucunya bahwa ia ingin bertemu dengan Yesus dan kakeknya. Tetapi dengan keras dan dihinggapi ketakutan yang luar biasa cucunya menjawab, "Tetapi Nek, Nenek akan meninggalkan aku!" Jawaban itu ternyata menyadarkannya. Tuhan memakai cucunya untuk memberi pengertian bahwa dia masih sangat berharga.
Elia sebagai seorang nabi, berani menegur Raja Ahab yang telah meninggalkan Allah dan beralih menyembah Baal. Ia pun berani melawan begitu banyak nabi Baal dan mengalahkan mereka. Tetapi entah mengapa ia begitu takut terhadap Izebel. Jiwanya begitu tertekan sampai ia berkata, "Cukuplah itu! Sekarang, ya Tuhan, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku." (1 Raj 19:4b). Tuhan tidak membiarkan Elia terus ada dalam ketertekanan. Tuhan menyatakan bahwa masih ada pekerjaan yang harus diselesaikannya. Akhirnya Elia menemukan harapan baru di dalam hidupnya. Demikian juga dengan pemazmur yang mengalami tekanan jiwa dalam bacaan di atas. Ia menemukan harapan baru ketika ia berseru dan bersyukur kepada Tuhan.
Kalau saat ini kita merasa tidak berguna, banyak orang yang meremehkan dan tidak memercayai kita, ingatlah bahwa Tuhan tetap menghargai kita dan masih mau memakai kita untuk melakukan pekerjaanNya. Jangan terus menerus berada di dalam keputusasaan. Berserulah kepadaNya dan bersyukurlah senantiasa, sebab Dialah Penolong dan Allah kita. Dalam Dialah kita akan menemukan harapan baru di dalam hidup kita. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, ketika jiwaku tertekan aku menjadi putus asa dan mau mati rasanya. Tetapi, aku bersyukur karena di dalamMu aku menemukan harapan baru. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar